Demi Konten? Baca!


Berawal dari proses membaca ini secara tidak langsung mengajarkan banyak hal. Salah satu dari sekian banyaknya kenapa "lebih" suka baca ketimbang nonton, karena tidak dibatasi untuk "berimajinasi seliar" mungkin agar mengarah berpikir kritis menginterpretasikan sebuah kata-kata ke dalam bentuk visual imaji. Tetapi, bukan tidak suka nonton juga loh ya. yang perlu kita garis bawahi adalah tidak ada bacaan yang buruk, kembali lagi bagaimana kita bisa mengambil nilai dari bacaan tersebut.

Gue mau cerita sedikit tentang pengalaman kemarin. Ini nyata, dari proses literasi tersebut gue bisa terapin nilai suatu isi karya sastra ke bentuk lain untuk menulis yaitu dituangkan ke dalam naskah. Jadi gini, benar-benar masih speechless sama kemarin lomba teater, dibalik semangat anak-anak yang luar biasa. Naskah itu dibuat h-2 (bukan suatu kebahagian) kurang lebih lomba hari Jumat berarti malam Kamis naskah baru rampung :") kebayang dong nekatnya gimana buat tetap mau ikut andil kegiatan Festifal & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jakarta Utara 2020 dan Alhamdulillah karena Allah SWT kita sebagai sekolah pendatang baru mengikuti lomba tersebut bisa membawa pulang piala. Mungkin hanya manusia Gilak sih yang percaya, kalau tau di balik proses tersebut sampai hari H-nya gimana. Alhamdulillahnya anak-anak juga mau diajak Gilak bareng haha. 


Dah balik lagi ya, apa sih hubungannya sama literasi? Jelas ada banget. Ini sambil berbagi cerita saja yaaa jangan serius, nanti dibecandain sama hidupppp ehhhh..... okey...

Jujur, pas ambil naskah itu benang merahnya adalah tentang "keadilan," ternyata eh ternyata relevan sekali dengan novel yang beberapa minggu lalu rampung gue baca, sumpah itu novel "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori keren parah! gue salah satu manusia paling bersyukur, bisa dikenalkan dengan kawan yang senang baca juga sama perkaryasastraan. Oiya ini sebagai intermezo aja yaaa kalau kalian suka dengerin band dari efek rumah kaca pasti kalian tau sama lagu yang judulnya "jingga" please itu relate bangetttt. Gue ambil nilai dari novel ini adalah betapa terbukanya untuk lebih peka lagi sama keadaan sekarang cuman bedanya mungkin zaman kita sekarang lebih leluasa menyuarakan isu-isu sosial duniawi yang fana ini, nggak ada lagi tuh penculikan, penyiksaan, sampai hilang tak tau rimbanya di mana pada masa orde baru.   

Tapi sadar nggak sih, peliknya permasalahan hidup yang kita rasain sekarang malah makin edan. teknologi makin canggih tapi masih dijajah, sama siapa? bangsa sendiri! kenapa? karena kita kurang adanya kesadaran diri. Contoh kecilnya, literasi. nah sebentar, apakah membaca itu termasuk literasi? atau literasi temasuk membaca? baik, kalau kita pahami, "literasi itu kan merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Makanya literasi tidak terlepas dari kemampuan berbahasa." 

Coba kita mulai refleksi dari literasi itu sendiri, mungkin ya kalau sudah mau berjuang bersama, keadilan akan merata atas segala persoalan hidup yang ada. mulai deh dari akarnya dulu, yaitu "kemauan" andaikan aja kesadaran membaca kita lebih tinggi daripada ngebacotnya mungkin berita-berita hoax di luar sana lebih mikir lagi untuk menerbitkan hal semacam itu demi konten. Iya nggak sih? lebih mikir lagi, lebih baik diam daripada nggak ada isinya. Tapi akan lebih baik lagi bersuara ketika ada isinya meski pun sedikit.


Sastra emang Abra kadabra dari kata-kata kita bisa ambil nilai pelajaran. Bukan hanya di bangku sekolah aja kita belajar, dari kalian liat orang-orang di jalan pun bisa belajar. Pengalaman gue emang nggak seberapa, tapi alhamdulillah literasi memberikan dampak yang besar secara langsung atau tidak langsung. 

Nah, kalau dari membacanya ini kita sudah bisa menerapkan, lanjut ke tahap berpikir kritisnya nih untuk bisa memilah-memilih bacaan yang berkualitas sehingga, nilai yang didapat juga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari :) *sambil nasihatin diri sendiri












Komentar

Posting Komentar